AliranEkspresionisme Dalam aliran seni lukis ini, seniman mencoba melebih-lebihkan kenyataan dengan bentuk dan warna untuk melahirkan emosi. Ciri-Ciri: Pemilihan warna diutamakan Imajinasi seseorang Lebih mengungkapkan jenis emosi kemarahan dibandingkan emosi bahagia Mengutamakan tema berdasarkan kebebasan Ungkapan isi hati seseorang 5. A Seni Lukis, Gaya atau Aliran. 1. Pengertian Seni Lukis. Ada berbagai pengertian seni lukis menurut beberapa ahli: a) Seni lukis adalah sebuah pengembangan dari menggambar, biasanya memiliki keunikian atau ciri khas tersendiri. Ciri khas ini didasarkan pada tema, corak atau gaya, teknik, bahan, serta bentuk karya seni tersebut. Gayaatau aliran dalam seni rupa merupakan suatu ciri khas dari suatu karya seni rupa yang secara turun temurun tidak akan berubah. Suatu karya seni rupa tergantung bagaimana gaya yang dipilih seniman yang membuatnya, jadi membaca gaya suatu karya seni sebenarnya sama dengan mempelajari latar belakang gagasan seorang seniman. CiriCiri Aliran Seni Lukis Ekspresionisme Tidak mengutamakan kemiripan objek yang dilukis Sapuan kuas yang berani dan ekspresif (bekas kuas dibiarkan tampak dan tidak ditutup-tutupi) Teknik menggambar yang tampak naif (amatir) namun tetap memiliki komposisi yang baik Mementingkan ekspresi jiwa individu seniman dibandingkan dengan mengkopi alam Merupakangambar yang mempunyai bentuk lucu atau memiliki ciri khas tertentu.Pada umumnya, gambar kartun banyak menghiasi komik, cerita bergambar, dan majalah anak-anak. Gambar Karikatur Merupakan gambar sindirian atau kritikan yang dalam penggambarannya terdapat penyimpangan proporsi tubuh. Gambar karikatur biasanya Ternyata Seni Lukis telah berkembang sejak lama dan telah melahirkan macam-macam aliran seni lukis yang semuanya memiliki kehasannya masing-masing. Ada aliran Surealisme, Naturalisme, Romantisme, dan lain sebagainya. Untuk mengenal macam-macam aliran seni lukis yang lebih lengkap, berikut penjelasannya yang disertai dengan ciri-cirinya, A Seni Lukis, Gaya atau Aliran. 1. Pengertian Seni Lukis. Seni lukis adalah sebuah pengembangan dari menggambar, biasanya memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Lalu kegiatannya disebut melukis, melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu, dengan melibatkan Senilukis yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa sang perupa yang spontan pada saat melihat objek karyanya. Seni lukis yang penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup. Seni lukis yang penggambarannya mengembangkan daya khayalnya untuk menyampaikan pikiran dan perasaan melalui bentuk-bentuk dalam karyanya. Diawafat di Neully-sur-Seine, di luar kota Paris pada 13 Desember 1944. Paul Klee (1879-1940), adalah seorang seniman lukis, cat air dan grafis yang merupakan salah seorang tokoh seni moderen. Dia dilahirkan di Munchenbuchsee, dekat Bern Swiss pada tanggal 18 desember 1879 dan di tahun 1898 pindah ke Munich. Gayaseni rupa yang termasuk dalam representatif adalah sebagai berikut. · Naturalisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya alami atau sesuai dengan keadaan alam. Pelukis yang beraliran naturalisme antara lain Basuki Abdullah, Abdullah Suryobroto, Wakidi, Claude, Rubens, dan Constabel. · Realisme, yaitu aliran yang memandang dunia ini CC0u. Ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menganggap bahwa seni merupakan sesuatu yang keluar dari diri seniman, bukan dari peniruan alam dunia. Seniman memiliki ingatan dan cara pandang tersendiri dari apa yang pernah dilihatnya di alam, lalu diekspresikan pada karyanya. Seniman ekspresionis menghiraukan berbagai teknik penciptaan formal untuk mendapatkan ekspresi yang lebih murni dan tanpa tekanan dari kepentingan ekstrinsik Seni. Singkatnya dapat dikatakan bahwa Ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa. Meskipun begitu, biasanya seorang ekspresionis tetap memiliki kemampuan teknis yang hebat dan sensitibilitas tinggi terhadap issue-issue seni. Baik secara langsung seperti mempelajarinya sendiri, maupun secara tidak langsung yang erarti terpengaruh dari lingkungannya yang kaya akan khazanah seni. Hanya saja aliran ini memang menentang teknik-teknik yang telah mapan sebelumnya dan memilih untuk menggunakan formulanya sendiri, gejala yang biasa terjadi dalam proses perkembangan seni. Kemunculan Aliran Ekspresionisme Ekspresionisme muncul di berbagai kota di seluruh Jerman sebagai tanggapan terhadap kecemasan yang tersebar luas tentang hubungan manusia yang semakin “tidak harmonis” dengan alam dunia. Aliran ini mencemaskan perasaan kehilangan unsur keaslian dan spiritualitas dari seni yang hanya mengkopi. Ekspresionisme muncul sebagai bagian dari reaksi terhadap Impresionisme dan seni akademis klasik yang sudah mencapai puncak artistik yang mapan yang dianggap terlalu kaku karena hanya meniru alam. Ekspresionisme sangat diilhami oleh aliran Simbolisme pada seni abad ke-19. Vincent van Gogh, Edvard Munch, dan James Ensor adalah seniman-seniman yang sangat berpengaruh pada munculnya aliran Ekspresionisme. Gerakan aliran Ekspresionisme berlangsung dari sekitar 1905 hingga 1920 dan menyebar ke seluruh Eropa bahkan dunia. Pengaruhnya akan terasa sepanjang sisa abad ini dalam seni Jerman. Teknologi baru dan upaya urbanisasi besar-besaran mengubah pandangan masyarakat dunia. Sehingga para ekspresionis ingin mencerminkan dampak psikologis dari perkembangan tersebut. Cara yang mereka lakukan adalah dengan menjauh dari meniru apa yang mereka lihat, ke arah ekspresi emosional dan psikologis tentang bagaimana dunia mempengaruhi mereka dalam karyanya. Akar Ekspresionisme dapat ditelusuri ke seniman Post-Impresionisme seperti Vincent Van Gogh. Istilah “Ekspresionisme” diperkirakan diciptakan pada tahun 1910 oleh sejarawan seni Ceko, Antonin Matejcek, yang bermaksud untuk menunjukkan karya yang tampak kebalikan dari aliran Impresionisme. Para Impresionis berusaha untuk mengekspresikan keindahan alam dan wujud manusia melalui lukisannya, para Ekspresionis justru hanya berusaha untuk mengekspresikan dunia yang diingat dan dirasakan oleh mereka. Istilah aliran Ekspresionisme juga pada awalnya sering digunakan untuk mengkategorikan para seniman Post -Impresionisme. Itu sebabnya mengapa Vincent Van Gogh juga sering disebut sebagai pengusung aliran Ekspresionisme. Karena ia memang dikategorikan sebagai ekspresionis sebelum pengkategorian aliran Post-Impresionisme dibuat. Vincent juga dapat dikatakan sebagai seorang ekspresionis, Karena ia merupakan salah satu Tokoh penting dari kemunculan aliran ini. Ciri-ciri Aliran Ekspresionisme Ekspresionisme memiliki ciri yang cukup kentara jika dibandingkan dengan aliran lain. Beberapa ciri dari aliran ekspresionisme adalah sebagai berikut ini. Tidak mengutamakan kemiripan atau kenaturalan objek yang dilukis Sapuan kuas yang berani, tidak malu-malu dan ekspresif Teknik menggambar yang tampak naif, namun tetap memiliki komposisi yang apik Mementingkan ekspresi individu seniman dibandingkan dengan peniruan alam Menggunakan warna sebagai simbol untuk suatu hal, bukan sebagai pewarna objek Menolak ideologi modern yang berlebihan dan memberikan imbas semakin tidak memanusia Mencemaskan keorisinalitasan seni terhadap imitasi alam Tokoh Penting & Contoh Lukisan Aliran Ekspresionisme Beberapa seniman yang menjadi tokoh penting dalam aliran ekspresionisme meliputi Edvard Munch dengan lukisan “The Scream”, Ernst Ludwig Kirchner, dan Affandi yang berasal dari Indonesia. Berikut adalah pemaparan gaya ekspresionisme masing-masing tokoh dilengkapi dengan contoh lukisan dan analisis singkatnya. Edvard Munch Edvard Munch adalah seorang seniman yang dikenal selalu mengangkat issue-issue kematian yang berhubungan dengan penyakit kronis, pembebasan stigma seksual, dan aspirasi religius. Dia mengungkapkan wacana tersebut melalui karya-karyanya yang semi abstrak, subjek misterius dan warna simbolis yang intens. Munch dibesarkan oleh Ayahnya yang merupakan seorang fundamentalis Agama “radikal” dan menganggap bahwa kematian dini Ibunya adalah bentuk hukuman dari Tuhan. Munch yang dicekoki oleh anggapan ayahnya yang seperti itu justru malah menjadi pemberontak pada ide-ide fundamental agama seperti itu. Sehingga tema itu juga yang menjadi obsesinya dalam berkarya. Lukisan Ekspresionis The Scream & Analisisnya Contoh aliran Ekspresionisme The Scream oleh Edvard Munch 1893-1910The Scream adalah potret dirinya sendiri yang sedang berjalan bersama kedua temannya di trotoar yang menghadap ke kota Oslo. Munch baru saja pulang atau sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit jiwa, dimana kakak perempuannya Laura Catherine sedang dirawat. Hal tersebut diketahui melalui pernyataannya mengenai lukisan ini, ia berkata “Aku sedang berjalan dengan dua temanku, ketika matahari terbenam; tiba-tiba, langit berubah menjadi merah, semerah darah. Aku berhenti sejenak dan bersandar di pagar … menggigil ketakutan. Lalu aku mendengar jeritan yang sangat keras, jeritan alam yang tak terbatas.” Kekaburan aliran yang dihasilkan oleh Munch pada lukisan ini merupakan salah satu kelebihan yang selalu diutarakan oleh para kritikus seni. Langit dan awan pada lukisan ini mengingatkan kita pada karya Starry Night dari Van Gogh. Namun kita juga dapat menemukan elemen estetika dari aliran Fauvisme, Ekspresionisme, dan Surealisme yang muncul berbarengan pada lukisan ini. Ernst Ludwig Kirchner Ernst Ludwig Kirchner adalah sosok Pemimpin kelompok seni Die Brücke yang berkembang di Dresden dan Berlin sebelum Perang Dunia I. Ia dianggap sebagai salah satu seniman Ekspresionisme yang paling berbakat di Jerman. Ia membentuk kelompok tersebut karena termotivasi oleh pandangan manusia di dunia modern dan perasaan kehilangan wacana spiritualitas dan orisinalitas. Ia menolak gaya akademik dan ide dari dunia modern yang dianggap semakin tidak memanusia. Saat Perang Dunia kesatu sedang berlangsung Kirchner mengasingkan diri di Davos, Swiss. Disana ia menghasilkan banyak karya lukis namun karyanya tidak berhasil menarik perhatian dunia seni mainstream Jerman. Ketika Nazi menguasai Jerman di awal tahun 1930-an dia juga menjadi korban kampanye Nazi yang ingin memusnahkan “Kemerosotan Seni”. Depresi dan tertekan, ia akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Lukisan Ekspresionis Marzella & Analisisnya Contoh aliran Ekspresionisme Marzella oleh Kirchner 1909Model pada lukisan ini adalah seorang gadis bernama Marzella, putri dari seorang janda yang bekerja di sirkus yang Kirchner kunjungi. Marzella adalah penggambaran yang provokatif terhadap seorang gadis muda yang bahkan belum melewati masa pubernya. Warna-warna kontras yang tidak wajar pada wajahnya, dan bahasa tubuh posenya yang menirukan pose dewasa menyimbolkan kedewasaan yang dipalsukan. Ernst mungkin prihatin dengan keadaan anak-anak yang kehilangan masa kanak-kanaknya karena imbas dari kehidupan modern. Lukisan itu adalah contoh teknik sketsa cepat yang digunakan oleh anggota Die Brucke. Teknik tersebut dinyatakan oleh mereka dapat menangkap ekspresi dan jiwa sebenarnya dari subjek. Melalui sapuan kuas yang spontan, seluruh ekspresi alami dari model akan tergambar lebih murni. Lukisan ini juga menunjukkan pengaruh Edvard Munch pada karya Kirchner, karena komposisi lukisan ini tampaknya didasarkan dari apresiasinya terhadap karya Puberty 1892 oleh Munch. Affandi Affandi adalah seorang pelukis ekspresionis yang terkenal dengan teknik khas menumpahkaan cat dari tube-nya langsung pada kanvas. Ia menyebut dirinya sendiri sebagai “Pelukis Kerbau” yang secara eksplisit berarti terlalu bodoh untuk menjadi seniman. Namun dalam perjalanan karirnya ia tetap mampu memahami dan menggeluti bidang seni rupa. Ia lebih senang mempelajari sesuatu dengan cara langsung terjun menggelutinya. Ia adalah seniman yang pengaruhnya cukup besar pada perkembangan seni rupa Indonesia. Affandi juga sempat ikut andil dalam perjuangan negeri ini dalam meraih kemerdekaannya melalui dunia seni. Ikuti kisah selengkapnya di sini Affandi – Biografi, Aliran & Analisis Karya Lukis Lukisan Ekspresionis Potret Diri Affandi & Analisisnya Potret Diri, oleh AffandiPotret diri adalah salah satu tema yang paling sering dibawakan oleh Affandi. Lukisan ini meletakan fokusnya pada wajah sosok laki-laki tua yang merupakan dirinya sendiri. Komposisi lukisan terdiri dari garis-garis melengkung, bergelombang, tebal, berantakan dan bertekstur kasar. Warna yang digunakan sangatlah kontras dan hangat. Lukisan itu menggambarkan sang seniman, dalam suasana hati yang sangat spiritual dan emosional berkontemplasi, bukan marah. Subjeknya adalah cerminan diri yang sudah tua karena memiliki rambut putih dan kepala yang hampir botak. Potret tampak sedang menghisap pipa tembakau, yang bisa jadi menunjukan insting self destruction yang makin menjadi pada usianya yang sudah tidak lagi muda. Meskipun begitu melalui tumpahan catnya, ia masih menunjukkan gairah estetis yang membara pada masa tuanya. Referensi Expressionism. - Menggambar ekspresi merupakan kegiatan pengungkapan emosi dan perasaan yang timbul akibat pengalaman-pengalaman dari luar ke atas bidang gambar. Di mana mengindifikasi bahwa aspek ekspresi yang diutamakan untuk dilatih dalam proses pendididikan seni terutama menggambar. Menggambar ekspresi disebut juga menggambar bebas. Di mana bebas berimajinasi dan bebas bereksperimen dalam rangka membuat sebuah gambar yang memiliki menggambar ekspresi bahwa sifat ekspresi gambar anak tercermin pada kejujuran anak untuk menggambarkan ide atau hasil pengamatannya berdasarkan sudut pandang anak sendiri. Dikutip dari buku Pendidikan Seni di Sekolah Dasar 2001 karya Sofyan Salam, itu menjadi dasar pemahaman bahwa menggambar ekspresi memiliki karakter atau ciri-ciri pada hasil karyanya. Baca juga Unsur dan Jenis Seni RupaBerikut ciri-ciri menggambar ekspresi Serba Dinamis Dalam menggambar ekspresi, hasil gambar dibuat dinamis, sehingga gambar seolah-olah berbicara atau memiliki ekspresi. Misalnya ketika menggambar pemandangan alam, obyek yang digambarkan seolah-olah bergerak seperti bentuk tiupan angin, badai, atau peristiwa alam lain yang dramatis. Hal ini untuk memberikan penjelasan bahwa ada pergerakan alam dalam gambar tersebut, sehingga orang lain yang melihat karya bisa menjadi paham. Menekankan Aspek Suasana Pada menggambarkan ekspresi memperlihatkan suasana gembira, sedih, mencekam, ketakutan, ataupun panik. Source Ekspresionisme merupakan salah satu aliran seni lukis yang muncul pada awal abad ke-20 di Eropa. Aliran ini dipengaruhi oleh perubahan sosial, politik, dan teknologi yang terjadi pada saat itu. Ekspresionisme memiliki ciri khas dalam penerapannya yaitu mengekspresikan emosi dan perasaan melalui penggunaan warna, bentuk, dan garis yang tidak teratur dan tidak realistis. Sejarah Ekspresionisme Awal mula ekspresionisme berasal dari Jerman dan Austria pada tahun 1905. Beberapa seniman seperti Ernst Ludwig Kirchner, Emil Nolde, dan Franz Marc menciptakan karya seni yang mengekspresikan perasaan mereka melalui warna dan bentuk yang ekspresif. Pada tahun 1911, ekspresionisme mulai menyebar ke seluruh dunia dan dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa besar seperti Perang Dunia I dan Revolusi Rusia. Di Amerika Serikat, seniman seperti Jackson Pollock dan Willem de Kooning menerapkan teknik ekspresionisme abstrak pada karya mereka. Kemudian pada tahun 1960-an, aliran seni ini mulai kehilangan popularitasnya dan digantikan oleh aliran seni baru seperti pop art dan minimalisme. Namun, ekspresionisme masih dianggap sebagai salah satu aliran seni yang paling berpengaruh pada abad ke-20. Ciri Khas Ekspresionisme Salah satu ciri khas dari ekspresionisme adalah penggunaan warna yang kuat dan tidak wajar. Warna yang digunakan biasanya tidak sesuai dengan warna asli objek yang digambar. Selain itu, penggunaan garis yang tidak teratur dan tidak realistis juga menjadi ciri khas dari aliran ini. Selain itu, ekspresionisme juga mengekspresikan emosi yang kuat dan perasaan melalui penggunaan bentuk yang tidak wajar dan tidak teratur. Karya-karya ekspresionisme sering kali dianggap sebagai karya seni yang “kasar” atau “aneh” karena bentuk dan garis yang tidak teratur tersebut. Pengaruh Ekspresionisme Ekspresionisme memiliki pengaruh yang besar dalam dunia seni. Aliran ini menjadi pengaruh bagi seniman-seniman pada masa berikutnya, seperti abstrak ekspresionisme dan neo-ekspresionisme. Selain itu, ekspresionisme juga mempengaruhi dunia teater dan film, terutama dalam penggunaan teknik dan pengolahan karakter pada film dan drama. Kesimpulan Ekspresionisme merupakan salah satu aliran seni yang mengekspresikan emosi dan perasaan melalui penggunaan warna, bentuk, dan garis yang tidak teratur dan tidak realistis. Aliran seni ini dipengaruhi oleh perubahan sosial, politik, dan teknologi yang terjadi pada awal abad ke-20 di Eropa. Ekspresionisme memiliki pengaruh yang besar dalam dunia seni dan masih dianggap sebagai salah satu aliran seni yang paling berpengaruh pada abad ke-20. Related video of Apa Itu Ekspresionisme?