CeritaDewasa , Cerita Hot , Cerita Seks 17+ | Cerita Sex Sedarah dengan Mbak ku Sendiri - Kisah ini bermula ketika aku sedang dirumah, aku mempunyai mbak yang sangak seksi dan semok membuatku sangat bergairah ingin memperkosanya.Cerita ini bermula ketika Mari kita simak ! Nama ak Rudi 19 tahun, ak dua bersaudara, ak anak kedua dimana kakakku perempuan berusia 5 tahun lebih tua dariku. ak
Search Cerita Jilat Anus Bu Haji. Bu Heny cuma bilang, "It's okay, gak masalah kok PAS BARU NYUCI, ngentotyuk, maksangentot, cerita mesum, Gambar cerita nikmat desahan jilat memek pembantu, intip istri ml anus dgn pemijat, enaknya ngentot anus ibu haji-selingkuh, nikmatnya seks dengan om, Ku angkat tangan bu nani ke atas dan kujilati keteknya yang berbulu sedikit "ooohhh terusssss
CeritaBokep Indonesia - Cerita Hot Mama Selingkuh Terjadi Lagi Dengan Temanku Waktu di jam dinding menunjukkan sudah pukul 8.00, namun azis belum juga datang, dalam hati kecilku, jangan-jangan azis mau bermalam di kampungnya, aku tidak mungkin bermalam berdua dengan istrinya di rumah ini. Saya lalu teriak minta pamit saja dengan alasan nanti besok saja ketemunya, tapi istri azis berteriak
akuadalah Rega, umurku 25 tahun, asal ku dari jawa timur, tapi sebagai seorang lelaki, aku memutuskan untuk merantau ke bandung, dan disini aku bekerja sebagai pegawai swasta suatu perusahaan yang lumayan besar dan disini jga aku memutuskan untung mempersunting seorang istri, namanya Arin, seorang perempuan cantik yang berhasil ku nikahi 3 tahun yang lalu. sedikit perkenalan saja, aku berasal
TafsirMimpi. Mungkin anda tidak pernah membayangkan kenapa sampai bermimpi tentang mesra bercumbu dengan pacar padahal mimpi tersebut tidak pernah dialami, diharapkan bahkan sangat berbeda jauh dari kenyataan hidup anda. Arti Mimpi mesra bercumbu dengan pacar. Arti dari mimpi mesra bercumbu dengan pacar adalah : anda akan mendapat petunjuk atau pembuktian dari seseorang yang membuat anda
CeritaSex ini berjudul "Bercumbu Dengan Anak Tiri" Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Bermain Dengan Pelacur. Bokep Jepang January 21, 2020.
CeritaDewasa - Bercinta dengan Ayah Temanku - Ini adalah cerita pengakuan Sinta, pacar gelapku, ketika ia membuat skandal dengan Oom Icar, ayah Asmi sahabatnya. Waktu itu Sinta belum menikah denganku dan baru membuat hubungan intim dengan dr.Budi yang pernah membantu menggugurkan kandungan hasil hubungan gelapnya dengan kakak iparnya sendiri.
CeritaDewasa - Beberapa tahun kebelakang, rumahku memang tergolong bebas untuk siapa saja. Mereka bebas datang kapanpun dan dengan siapapun. Khususnya abege-abege yang broken home. Mau cewek atau cowok. Kadang aku berfikir, kenapa ortu ku mengijinkan ya? Apa mreka ga takut barang-barang ada yang hilang? Terbukti salah 1 hp dari mreka pernah hilang digondol teman-teman Read More »
CeritaPanas Lesbian. Pengalaman Lesbian Dengan Tanteku. Pembaca yang budiman, perkenalkan namaku Paramitha dan cukup panggil saja Mitha. Saat ini usiaku 20 tahun. Aku masih duduk dibangku kuliah semester 5 sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Kota Gudeg Yogyakarta. Aku ingin menceritakan pengalaman pertama bercumbu dengan sesama wanita.
Adayg sampe bonyok parah begitu, mesti segera ditangani biar gak infeksi". Lalu dengan mengambil posisi jongkok di depanku si perempuan muda mulai merawat luka-luka di kakiku. Walaupun sebenarnya aku agak gak enak dengan posisi seperti ini, tapi mau tidak mau harus dilakukan. Kucoba mengobrol untuk mencairkan suasana.
SQF2. Cerita Sex Terbaru – setelah sebelumnya ada kisah Menikmati Tubuh Mulus Wanita Selingkuhanku, kini ada Ngewe Pacar Bersama Teman Di Malam Hari Natal. selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan terbaru cerita sex bergambar yang hot dan di jamin seru meningkatkan nafsu birahi seks ngentot. Pertama-tama saya ingin memperkenalkan namaku Alvin dan kisah tak terlupakan ini terjadi pada hari ini dimana umat beragama kristiani sedang ramai menyiapkan untuk hari raya natal keesokan harinya tetapi aku mencoba merayakan natal dengan caraku sendiri bersama kekasihku Winny dan teman baikku yang bernama Cristian di malam hari natal. Waktu bertemu Winny memakai pakaian blouse kaos ketat you can see dan panjangnya sampai tengah pahanya sehingga paha putih mulus akan terlihat jelas, blouse berwarna hitam putih berbahan tipis dan di bagian atas model tali terkait ke bahunya. Blousenya itu mencetak jelas body dan buah dadanya yang berukuran 36B dan dari bokongnya yang nungging terbentuk bulatan penuh menyerupai gunung kembar terlihat celana dalam kecil dan tipis tercetak di blouse bagian belakangnya, paha putih mulusnya jika selagi duduk terlihat celana dalam tipisnya yang berwarna hitam sungguh seksi malam ini. Cristian tersenyum senang ketika bertemu apalagi melihat Winny terlihat seksi kulihat dia beberapa kali mencuri pandang ke Winny dan ketika kami bertiga berjalan dengan mobil dia beberapa kali berbicara dengan Winny sambil membalikkan tubuhnya ke belakang karena Winny duduk di belakang sementara aku terus menyetir mobil menuju ke karaoke di bilangan Harmoni. Kita memang ingin santai terutama aku karena untuk melepas stress akibat pekerjaan, bernyanyi dan tertawa di ruang tertutup tentu lebih enak dan puas. Memang betul, dicoba saja walaupun suara anda pas-pasan atau fals, tidak usah anda pikirkan karena semua teman anda tahu bahwa anda bernyanyi dan menikmati suasana untuk melepas beban kerjaan, teriak-teriak saja boleh kok! asal teman anda jangan pada budeg saja jadinya. Kami bertiga masuk keruangan VIP room di VIP ini ada kursi mebel yang panjang berbentuk huruf U kamar tidur tersendiri dan kamar mandi dalam lengkap. Setelah memesan makanan dengan satu picher bir dan nasi goreng berikut kentang goreng plus kacang mede, kami bernyanyi bersama dan kadang sendiri diselang-seling dengan dansa bertiga dan joged berdua pokoknya semua happy. Setelah tuntas makan dan minum kembali bernyanyi setelah melihat suasana telah menghangat aku melihat antara Cristian dan Winny adanya perasaan ingin berbincang tanpa adanya aku, maka aku mengambil inisiatif untuk ke bawah, bilangnya untuk mengambil rokok, padahal tinggal pesan saja ke kamar rokok dapat di antar ke kamar. Bagaimanapun juga peristiwa yang lalu sudah berlangsung cukup lama sehingga mereka agak cukup riskan juga untuk lebih mengakrabkan suasana yang ada. Ini terlihat ketika beberapa kali Cristian berusaha lebih mendekatkan diri ke Winny dengan posisi duduk Winny di antara kami berdua terlihat. Cristian kadang dengan ragu meletakkan tangannya di pundak Winny apabila Winny merebahkan badannya ke sofa, kadang dengan pura-pura bercanda tangannya diletakkan di paha Winny dan Winny juga terlihat canggung, kadang mencubit paha Cristian kadang merebahkan kepala dan badannya ke pundak Cristian dan kepadaku juga dia melakukan hal itu. Akhirnya, “Aku ke bawah dulu ya… mau ambil rokok di mobil. ” kataku. Kulihat Cristian tersenyum, “Saya kalau bisa Marlboro…” kata Cristian. Winny hanya tersenyum, “Yaa sudah saya cariin deh kalau ada warung rokok di seberang jalan,” kataku memberi kesempatan ke mereka berdua untuk waktu yang agak memungkinkan mereka lebih mengakrabkan suasana yang ada karena bagaimanapun Winny adalah kekasihku dan Cristian adalah teman baikku yang sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri. Aku keluar ruangan dan segera mengambil rokok di mobil dan segera naik kembali ke atas. Aku sengaja tidak masuk ke dalam ruangan, tapi karena kulihat pintunya yang sebagian tengahnya dari kaca gelap maka aku dapat melihat ke dalam. Aku ingin tahu apa mereka telah akrab kembali? Kebetulan di lantai atas suasananya sepi dan dari luar kaca itu aku dapat melihat ke dalam, karena di dalam ruangan itu lampunya dalam keadaan hidup sementara di luar dalam keadaan gelap. Biasanya di dalam dimatikan dan hanya diterangi dari cahaya TV yang menyala. Kulihat ternyata posisi Cristian telah berubah sekarang. Mereka terlihat sedang saling berpelukan mesra. Kulihat tangan Winny melingkar ke belakang leher Cristian, sementara tangan Cristian juga memeluk pinggang Winny. Cristian sedang mencium bibir Winny dan ternyata Winny membalas dengan menengadahkan kepalanya ke atas. Mereka saling melumat, terlihat dari gerakan kepala Cristian dan Winny yang saling berpindah posisi miring kiri dan kanan dengan penuh emosi mereka berdua tengah saling mempermainkan lidahnya. Setelah cukup lama maka tangan Cristian mulai merayapi lekuk lekuk tubuh Winny. Kadang tangannya meremas bongkahan bokong Winny dan perlahan merayap ke atas dan sampai ke gundukan bukit buah dada Winny dan dengan remasan perlahan tapak tangannya lalu membuat gerakan meremas dan memutar seperti memijat. Ketika Winny menengadahkan kepalanya ke samping segera Cristian menundukan kepalanya ke gundukan buah dada Winny dan melakukan gerakan mencium buah dadanya dari luar blouse sambil menciumi dada Winny. Dari luar, tangan Cristian menarik tali di pundak kiri Winny lalu menarik tali itu ke bawah melewati tangannya karena dia tidak memakai BH. Maka tersembulah buah dadanya bagian kiri dengan daging yang putih mulus dengan putingnya yang telah mengeras di muka Cristian. Dengan perlahan lidah Cristian menyapu gundukan bukit buah dada Winny dan kadang menghisap perlahan puting Winny. Kulihat Winny memejamkan matanya dan mulutnya terbuka. Aku tidak dapat sama sekali mendengar erangan dan desahan Winny karena ruangan itu kedap suara dan juga adanya suara lagu-lagu yang terus berputar di ruangan itu. Tapi itu tidak menghalangi keinginanku untuk terus melihat dari luar tanpa berusaha untuk masuk ke dalam kamar karena aku sudah berjanji kepada Cristian bahwa aku akan membagi semua milikku kepadanya termasuk kekasihku dan aku akan ceritakan di lain kesempatan bagaimana Cristian juga memberikan adiknya kepadaku. Winny telah birahi, dia menggelinjangkan badannya ketika Cristian terus menghisap putingnya. Sementara tangan kanannya mengangkat pinggul Winny ke atas dan Winny dengan pasrah mengikuti gerakan tangan Cristian yang mengangkat blouse ketat Winny ke atas. Blouse itu berhenti di atas pinggulnya sehingga sebagian pinggulnya yang putih mulus itu telah berada di dalam genggaman tangan Cristian. Tangan itu terus mengusap dan membelai paha jenjang, sementara celana dalam hitam Winny yang tipis terlihat jelas dan gundukan daging liang kemaluannya tercetak di kain penutup celananya juga terlihat remang-remang bulu-bulu kemaluannya keluar dari atas celana dalam mini Winny. Tangan Cristian yang kiri kulihat membuka reitsleting celana jeansnya dan kulihat tangannya mengeluarkan kejantanannya yang ternyata telah menegang dan besar lalu mengarahkan tangan Winny untuk memegang batang kejantanannya. Winny dengan perlahan memegang batang kemaluan tersebut, dan secara perlahan lama kelamaan mulai mengurut batangan itu ke atas ke bawah dan mereka berdua terus memberikan rangsangan kepada lawannya masing-masing. Tangan Cristian kadang meremas bongkahan pantat Winny dan meremas pinggul Winny. Sementara Winny tangannya terus mengurut batang kemaluannya ke atas ke bawah. Cukup lama mereka melakukan hal itu. Kurasa mereka berdua saling mendesah dan mengerang terlihat dari gerakan bibir dan mulut Cristian dan Winny yang kadang terbuka dan tertutup. Kadang mereka saling bicara diselingi ciuman mesra layaknya orang bercumbu penasaran dan cemburu pasti ada pada diriku tapi dorongan untuk melihat tindakan mereka berdua lebih kuat di otakku saat ini. Blouse Winny, tali dipundaknya telah terlepas kedua-duanya ke bawah sehingga blouse tersebut kini terlipat di tengah badan Winny, bibir dan lidah Cristian berganti-ganti mengisap dan melumat bukit dada Winny kiri dan kanan membuatnya mengerang dan menggelinjang badannya. Kulihat Cristian berkata sesuatu ke Winny dan tangan Cristian mengangkat Winny ke pangkuannya kulihat Cristian duduk menyandarkan badannya ke belakang. Sementara Winny duduk di pangkuan Cristian, dengan mesranya tangan Cristian meremas bongkahan pantat Winny sementara mulut mereka berdua saling lumat saling bermain lidah dan kadang tangan Cristian keduanya meremas kedua bukit dada Winny dan Winny pun karena terangsang mulai menggerakkan perlahan pinggulnya maju mundur. Rupanya batang kemaluan Cristian tengah digesek-gesekkan ke belahan kemaluan Winny walaupun Winny tetap memakai celana mininya yang tipis, tapi aku yakin Winny merasakan gesekan batang kemaluan Cristian di belahan kemaluannya. Tak kumengerti kenapa Cristian tidak melepas celana dalam Winny yang tipis dan kecil itu padahal tinggal menarik atau menggeser sedikit tutup kain tipis kecil penutup belahan kemaluan Winny, maka liang kemaluan Winny akan terbuka di hadapannya dan tentu batang kemaluan besar itu dapat menerobos belahan liang kemaluannya. Hanya terlihat tangan Cristian masuk ke dalam celana Winny di bagian pantat dan hanya dengan menggeser kain tipis pada pantat Winny. Jemari Cristian dengan leluasa meremas bongkahan pantat Winny. Saya hanya bermasturbasi ria sambil menonton atraksi yang menggairahkan itu. Winny terus bergerak di pangkuan Cristian, kedua tangannya merangkul leher Cristian sehingga bukit buah dada Winny tepat berada di muka Cristian. Sementara gerakan pantatnya maju mundur memberikan gesekan pada belahan kemaluannya kadang kepalanya tertunduk dan membuat bukit dadanya menekan muka Cristian saat itu Cristian memberikan sapuan pada bukit tersebut dengan lidahnya. Pada saat kepalanya terlempar ke belakang, Cristian meremas buah dada itu dengan tangan kanannya melakukan gerakan memuntir perlahan puting Winny. Sementara tangan kirinya menyelinap ke belakang bongkahan bokong Winny dan membantu menggerakkan pinggul Winny maju mundur berirama kadang cepat kadang dengan gerakan lembut. Lidah dan mulutnya tak kalah sibuk terus melumat dan menjilati sekujur dada, leher dan muka Winny seperti mandi kucing. Kurang lebih lima belas menit mereka berdua bergerak seperti penari erotis dan akhirnya Winny sepertinya telah ejakulasi dengan keluar air kenikmatannya, terlihat dari gerakannya yang perlahan dan lemas dibahu Cristian. Cristian berbisik dan lalu merebahkan Winny ke kursi panjang itu dengan posisi tetap seperti dalam pangkuan. Maka ketika direbahkan ke kursi posisi Winny dalam keadaan tertindih dengan kakinya yang tetap mengangkang lebar. Sementara kedua paha Cristian berada di antara paha Winny. Batang kemaluan Cristian dalam keadaan menegang tetap berada di belahan kemaluan Winny yang ditutupi celana mini tipis itu. Tangan Winny memeluk leher Cristian dan bibir mereka kembali saling berpagutan dan terlihat mereka berdua saling bermain lidah. Sementara tangan Cristian tak lepas dari meremas dan membelai bukit buah dada Winny. Lalu Cristian berkata sesuatu ke Winny dan kulihat Winny menggelengkan kepalanya. Yak lama kemudian Cristian perlahan mulai menggerakkan pinggulnya naik turun. Kulihat gerakan itu teratur bergerak naik turun dan kadang menekan. Sementara Winny menengadahkan kepalanya ke atas. Aku tidak tahu apa mereka bersenggama atau hanya eges-eges gesek gesek tapi celana dalam Winny tetap berada pada tempatnya. Kalau melihat gerakan mereka persis seperti orang bersenggama tapi kok celana itu? Cristian terus bergerak maju mundur membuatku penasaran dan batang kemaluanku tegang sendiri. Memikirkan itu aku panik juga bagaimanapun dia itu adalah cewekku tapi ini kami lakukan hanya untuk untuk membuat dia senang dan mengisi kekosongan di dalam suasana yang BT. Untuk itu aku harus memastikannya aku segera membuka pintu perlahan, tapi ternyata mereka berdua tidak mengetahuinya, pasti karena suara lagu yang diputar cukup keras sehingga mereka tidak tahu dan menyadari adanya kehadiranku di belakangnya. Dengan berdiri di belakang mereka aku dapat melihat jelas Cristian posisinya dengan bersandarkan pada kedua sikunya sehingga tubuhnya tidak menghimpit badan Winny tapi buah dada Winny tetap saling berhimpitan dengan dadanya. Sedangkan bagian bokong Cristian terus melakukan gerakan memajukan dan menarik pantatnya. Kulihat Winny mengerang dan mendesah perlahan, tapi aku tidak dapat melihat apakah celana dalam Winny digeser kain penutup depan bagian liang kemaluannya atau tidak karena terhalang oleh body Cristian yang tinggi besar, dan memang celana itu tetap berada di tempatnya hanya merosot sedikit ke bawah. Terlihat tali celana itu tidak lagi berada di pinggangnya tapi telah berada di pinggul. Penasaran melihat mereka akhirnya aku merasa yakin mereka hanya gesek- gesek, maka aku rebahan di kamar tidur kurang lebih sepuluh menit aku rebahan menenangkan diri. Ketika telah tenang otakku akhirnya kupanggil Winny ke dalam, “Winn…” kataku. Tak ada jawaban , “Winny…” kataku lagi. “Yaa…” kata Winny menjawab. Aku rasa dia berdua kaget kalau aku ternyata telah di dalam. Winny ke dalam dan tersenyum malu dengan wajah merah. “Kenapa sayang…” kata Winny sambil memelukku. “Kamu tadi ngapain…” kataku menyelidik sambil memandangnya gemas. “Kamu kan lihat sendiri…” kata Winny. “Kamu tidur sini…” kataku menarik dia rebahan di tempat tidur. Tanpa buang waktu ketika dia belum rebahan kulepas baju kaosnya sehingga tinggal celana dalam mininya. Perlahan kujilati buah dadanya, terasa wangi permen menthol. Memang di depan disediakan permen, tapi terus saja kulumat putingnya. Dia mengerang dan rupanya dia tidak sabar, segera menarik kaosku ke atas serta segera melepaskan celana panjang dan celana dalamku. Rupanya pemanasan yang dilakukan tadi di luar bersama Cristian terlalu lama membuatnya sudah ingin untuk bersenggama. Kejantananku yang sudah menegang segera dipegangnya lalu dihisap dan dilumat ke dalam mulutnya. Kurasa dia begitu terangsang birahinya karena dalam melumat batang kemaluanku semua ditelannya sampai mentok di tenggorokannya. Kadang bijiku dihisap dan lidahnya bermain di sekujur batang kemaluanku sampai ke buah zakarku dijilatinya. Lidahnya terus bermain-main di ujung kepala kemaluanku dan menggeser-geser belahan lubang kencing kemaluanku. Rasanya… “Uuufff aakkhhh…” desahku. “Gila banget! Kamu sudah konackhh ya.. Winnn…” erangku keenakan dan terasa geli kadang meriang coba saja hal itu dengan pasangan anda pasti meriang itu badan. Gila juga Winny kalau sudah panas dia seperti orang di padang pasir. Habis semua kemaluanku dilumatnya, sementara kulihat dicelananya ada gumpalan cairan membasahi kain celana penutup belahan kemaluannya, seperti bulatan. Rupanya dia sudah banjir dari tadi atau bekas air mani Cristian? Penasaran aku tanya dia, “Kamuuu tadi gituan yaaa…?” tanyaku penasaran. “Emmmhh… emmhhhff…” dia tidak menjawab hanya terus melumat batang kemaluanku lebih kuat lagi. Digigitnya kepala kemaluanku pelan dan gemas, “Akkhhh… gilaaa kamuuu…” kataku. B atang kemaluanku mengeras kuat seperti besi balok. Kubiarkan dia memuaskan hasratnya melumat habis kejantananku dari ujung sampai pangkalnya. Momen ini kunikmati dan segera kubuka celana dalamnya, ternyata kemaluannya telah basah dan lembab. Saat kubelai belahannya masih terasa rapat, jadi mungkin dia belum sampai sejauh itu, pikirku. “Kamu di atas Win…” kataku menarik badannya ke atas menduduki pinggangku. Perlahan dengan tangannya yang menggenggam batang kemaluanku mulai diarahkannya ke lubang kemaluannya. Kepala kemaluanku perlahan ditekan dengan bibir kemaluannya dan perlahan membelah bibir kemaluannya yang telah basah membuat lebih mudah kepala batang kemaluan itu menyusup belahannya. Terus Winny menekan ke bawah pinggulnya dan, “Akhhh…” erang Winny. “Enaaakkk… aduuhhh pelan-pelan, enakkk…” desahnya. “Uufff… yaa enaakk…” desahku keenakan. Pelan-pelan batang kemaluanku makin lama makin tenggelam ke dalam liang kemaluannya. “Akkkh… masuuukkk… ookkhh kontolllu… akkkggg… ennnakkkk…” erang Winny terpejam. “Gilaaa… liang kemaluan kamuuu… masih rapat Winnn…” kataku sambil menghentakkan pinggulku ke atas dan menariknya ke bawah perlahan seperti slow motion berulang kali. Setelah sepuluh kali dengan gerakan itu, terasa telah dengan bebas dan mantap terkendali kemaluanku menyodoknya. Lama kemudian gerakan batang kemaluanku makin mantap menyodok liang kemaluan Winny. Dengan sepenuh tenaga kugerakkan pinggulku naik turun tanpa henti sebanyak dua puluh kali membuat Winny berteriak sambil matanya terpejam histeris, “Aaakk.. akhhh.. akkkhh… oohhkkk… aahhh.. uufff… aduhhhh… giilllaa… aahhh… aadduuhh…” terengah Winny. Sangat bergairah dia dengan gerakanku membuatnya membalas gerakanku dengan hentakan kasar. Winny segera menghentakkan pinggulnya cepat kadang dia melakukan gerakan memutarkan pinggulnya sehingga terdengar bunyi “Brreeoott… brreettt… brreeeoott…” Rupanya telah banjir sekali di dalam liang kemaluannya tapi dinding kemaluannya tetap menjepit batang kemaluanku. “Luar biasa, gila kamuuu hot bangetttt.. Winnn…” kataku. “Gue mauuu yang kuattt… yang kuattt nekannya ahhkkk.. yang panjang kontolnyaa… akkkhh terusss ngentotin kontolnya… akkgg…” erang Winny histeris. Kurasa Cristian juga mendengar erangan Winny karena pintu kamar tidak kututup ketika Winny masuk tapi biar saja dia terangsang, pikirku. Selang lima belas menit ternyata gerakannya makin panas saja. Habis sudah kemaluanku dihisap ditarik di dalam liang kemaluannya. Sementara badannya telah keringatan, “Aahh… aaahhkkk… uufff… ennaakk…” desah kami berdua. Kadang aku sengaja mengangkat pantatku tinggi-tinggi dan dia menekan kemaluannya makin ke bawah terus pinggulnya berputar-putar sehingga terdengar bunyi “Breeet brett brrett…” Terasa panas di sekitar batang kemaluanku. Kuat juga aku telah dua puluh menit dengan gerakan yang membuat keringat membanjir tapi sampai saat ini belum terasa juga kalau air maniku akan keluar. Biasanya yaaa dengan gerakan yang seperti biasa paling lama sepuluh menit keluar air maniku. Mungkin karena aku ingin membuktikan bahwa aku juga bisa kuat dari teman baikku. Yang jelas batang kemaluanku dalam keadan stabil menegang terus dan gerakanku tidak berubah. Kadang lembut dengan hentakan yang kuat dan kasar dengan gerakan memutar dan mengocokkan batang kemaluanku terasa seperti membor lubang kemaluannya dan ternyata Winny menyukai gerakan dan hentakan yang kulakukan. “Giiilaaa.. kamu kuat sekali… tumben tuh… oohh gue puaasss…” desah Winny keenakan dengan tersenyum puas. “Ya sudah lama ya Win, nggak beginii…” desahku. Karena tidak keluar-keluar juga ini air mani, akhirnya kami kecapaian sendiri. Dalam keadaan terengah-engah keenakan kami berhenti sebentar. Akhirnya aku tanya ke dia, “Bagaimana kalau kita istirahat dulu Win..” ternyata dia mengangguk setuju dengan muka memerah dan keringat di dahinya menetes. Aku usul lagi, “Kita keluar yukk… Win.. kasihan Cristian… sendiri di luar,” kataku. Tanpa bertanya lagi Winny lalu melepas segera batang kemaluanku dari lubang kemaluannya. Rupanya dia juga belum tuntas dan keluar dari kamar berjalan dengan telanjang bulat. Dia keluar sendiri, sementara aku menjadi bengong. Ternyata Winny tanpa bertanya lagi keluar kamar dalam keadaan badan telanjang bulat. Gillaa! sudah konak dia rupanya. Beraninya dia telanjang bulat menemui Cristian di ruang depan. Aku tersentak, segera ke kamar mandi mencuci kemaluanku yang telah basah oleh karena air kenikmatan dari liang kemaluan Winny. Di kamar mandi aku berpikir ngapain Winny di luar bersama Cristian, tentunya Cristian terkejut dengan kehadiran Winny yang telanjang bulat di hadapannya. Setelah cukup lama di kamar mandi membersihkan diri sekitar kemaluanku. Perlahan aku keluar kamar dan berdiri di pintu. Kulihat sesuatu yang telah membuat aku terkejut. Gila! aku jadi terangsang sendiri melihatnya. Winny ternyata dalam posisi yang sangat seksi sekali. Mungkin Winny telah tinggi birahinya. Sepertinya telah terangsang penuh birahinya dan tanpa malu dan ragu lagi dia dalam posisi menungging. Dalam posisi menungging di atas kursi dalam keadaan telanjang bulat. Terlihat tubuh putih mulusnya dengan lekuk tubuhnya, bokongnya putih mulus dan pinggul yang cukup besar pinggangnya yang ramping. Bokongnya yang tinggi ke atas dan buah dadanya menjuntai keras membentuk bulatan dengan putingnya yang telah mengeras, rambutnya yang hitam dan panjang lurus sebagian tergerai kesampingnya, sebagian lagi menutupi pundaknya yang halus dengan bulu-bulu halus di sekitar pundaknya menambah seksi posisinya. Sementara tangan kiri Cristian mengusap dan membelai serta kadang meremas bongkahan pantat Winny yang sedang menungging itu. Tangan kanan itu meremas buah dada Winny dengan remasan perlahan dengan jemari menjepit puting Winny. Cristian telah menarik celananya sendiri berikut celana dalamnya ke bawah di antara lututnya. Batang kemaluannya terlihat menegang keras dan besar dengan bulu-bulu kemaluan yang berwarna hitam. Sedangkan kepala kemaluannya berwarna merah dengan diameter ukuran botol Aqua 600 ml. Ukuran batangnya panjang 23 cm, diameter batangnya 6 cm. Terlihat kepala kemaluannya tengah dicium-cium oleh bibir Winny. Winny ternyata sedang asyik menciumi kepala batang kemaluan dan belahan air kencingnya. Dengan posisi menungging, dalam keadaan telanjang bulat, perlahan-lahan mulut itu menelan kepala dan batang kemaluan itu. Hampir tidak muat mulut Winny menelan kepala itu. Mulutnya harus membuka selebar-lebarnya dahulu baru dapat mengulum batang kemaluan Cristian. Perlahan dan tak lama kemudian terlihat kepala Winny naik turun ke atas ke bawah dan kadang lidahnya menjilati batang kemaluan Cristian yang besar. “Aahh Gooddhhh…” desah Cristian terpejam keenakan. Sementara Winny hanya mengerang karena tangan Cristian terus memberi remasan di sekitar kemaluannya. Terlihat tangan kiri Cristian menyusup dari bawah badan Winny dan berhenti jemarinya ketika berada di belahan selangkangan paha Winny. Jarinya bergerak membelai belahan kemaluan Winny yang telah basah. Setelah kurang lebih lima menit menyaksikan adegan yang mendebarkan jantung, perasaanku berdebar kencang karena terangsang. Aku benar tidak sabar melihat adengan itu. Kemaluanku mengeras kembali malah lebih keras dari yang tadi pada saat bersenggama di dalam kamar. Dalam keadaan telanjang bulat dengan batang kemaluan menegang aku menghampiri mereka. Kulihat mereka kaget, “Oopppss…” kata Cristian kaget. “Sorry gue nggak tahan…” kataku. Tanpa permisi lagi kuambil posisi di belakang bokong Winny yang polos dan dengan berjongkok di belakang Winny, mulutku langsung menjilati kemaluan Winny. Ternyata Cristian hanya tersentak sedikit tapi dia terus malah mengangkangkan kakinya lebih lebar sehingga belahan kewanitaan Winny itu lebih terkuak membuka, sehingga klitorisnya terlihat dan segera kujilati klitorisnya dan kumainkan lidahku di sekitar klitorisnya. “Aakkhh emhhff ahhh mmhhh aauufff… ahh…” desah Winny dengan kepalanya yang makin cepat bergerak naik turun di selangkanganku. Sementara tangan keduanya telah meremas buah dada Winny. Terus kumainkan belahan liang kemaluannya dan kadang lidahku menerobos masuk ke dalam belahannya terus mengkilik-kilik sekitar klitorisnya yang terlihat memerah. “Emmhhpp… emmppphh… ahhh…” dia mengerang keenakan. Kurasakan dia menggerakan pinggulnya dengan irama dangdut, yaitu menggerakkan perlahan bokongnya serta meliuk-liukan badannya dan berkedut-kedut liang kemaluannya, “Emmfff… mmmbhh…” kadang badan Winny di angkat ke atas dengan cara menekan buah dada Winny ke atas. Ketika itu bibir kami berdua saling berpagutan desahnya tidak tahan lagi dan terus tangannya mengarahkan kepala kemaluanku ke dalam lubang kemaluannya dan perlahan, “Ahhkkk… aah ahhh… oohhh… ennaakknyaaa…” erang dan merintih dalam kenikmatan kemaluanku masuk perlahan. Tak lama batang kemaluanku dalam hitungan detik tenggelam sudah di dalam liang kemaluan Winny yang telah basah dan hangat dinding liang kemaluannya. “Aahh… aahhh… aahhkk… dorong yang kerass.. ahk yaaa… aahkkk dorong terusss…. yyaa… ahkk tekan yang dalammm… eennaakhh…” rintih Winny sambil terus mengikuti gerakan dorongan pinggulku yang menghentakkan batang kemaluanku seluruhnya ke dalam lubang kemaluannya. “Bleeppss… sleepss… bleebss… slleeppss bblleppss… slleppsss…” “Aahhh… aahhh aahh eenaaknya… kamuuu… gilaa luaarr biasaa… enakkk ngentotin kamu wiinnn… akkhh…” erangku kenikmatan terasa hangat batang kemaluan. Dengan posisi kuda-kuda yang sangat mantap kakiku terasa menapak bumi tidak bergeser dalam menggerakkan pinggulku maju mundur sehingga pusat tekanannya dapat kupusatkan kepada batang kemaluanku yang terus menggenjot atau menggelosor keluar masuk belahan liang kemaluannya. Dengan gerakan seperti menyalurkan tenaga dalam maka nafasku dari seputar perut kuatur semua gerakanku sehingga gerakan yang terjadi bukan melalui pikiran tapi telah digerakkan secara otomatis melalui sekitar pinggulku nafasku perlahan dalam satu kali tarikan nafas, aku dapat menghujamkan kemaluanku sebanyak tiga kali atau bisa sampai tujuh kali. Pada saat melepas nafasku, keluar gerakan kulakukan berputar sekitar pinggulku, sehingga otomatis batang kemaluanku melakukan gerakan berputar dua atau berkali-kali di dalam liang kemaluannya. “Aahkkk… akhh… gilaaa… gilaaa… akkhhh… akhhh… gilaaa… enakk… enaakk… ahhh… uuuff… adduhh… enaknyaaa… aaookhhh…” Winny merintih dan mengerang. Cristian melihat kepadaku dengan pandangan tidak percaya kalau aku dapat melakukan gerakan seperti itu yang membuat Winny kelojotan dan bergetar seluruh persendian badannya. Baru tahu dia, pikirku tersenyum kepadanya dan rupanya membuatnya menjadi terangsang. Kulihat matanya saat itu terbelalak ketika melihat batang kemaluanku keluar masuk teratur dengan nafas yang teratur juga. Batang dan kepala kemaluannya memerah dalam cengkeraman tangan Winny. Batangnya makin lama makin mengeras, karena Winny makin lama dia tidak dapat mengcengkeram diameter batang kemaluan itu. Winny makin mempercepat gerakan tangannya menarik dan melakukan gerakan memutar atau seperti memelintir batang itu. Ternyata Winny hanya tahan sepeluh menit di dalam menghadapi adukan batang kemaluanku yang mengamuk di dalam liang kemaluannya hingga dia melenguh dalam rintihan, “Aahhh… aakkhhh… ooohhhh gueee keluaarr…” badannya bergetar hebat dan matanya terpejam dan mulutnya terbuka menganga lebar. Cristian terpaku memandang Winny yang ejakulasi dengan badan yang bergetar dan akhirnya Cristian rupanya tidak tahan melihat keadaan yang ada di hadapannya dan yang juga terjadi pada batang kemaluannya. Sehingga matanya membelalak dan lalu terpejam, “Aahhkk aaahhh… ahhkkk…” keluar air maninya di dalam genggaman tangan Winny. Air mani itu meleleh di jari-jari Winny. “Ha.. haa haa…” aku tersenyum penuh kemenangan. Kalah lama dia karena aku sendiri belum apa-apa saat ini. Setelah Winny mengelap tangannya dengan tissue basah, kutarik dia untuk gantian duduk di atas pangkuanku. Dengan posisi saling berhadapan kemaluanku menghujam kembali ke dalam liang kemaluannya dan gantian dia yang bekerja dengan gerakan memutarkan pinggulnya dan gerakan memaju-mundurkan bokongnya dan kadang kurasa liang kemaluannya berdenyut-denyut seperti menghisap batang kemaluanku. Rupanya dia ingin membuatku keluar juga air maniku. Setelah lebih kurang sepuluh menitan dia membuat batang kemaluanku kerja keras. Kulihat dia juga telah mau keluar lagi mengerang. Dia, “Aahhkk… akhh ahhh gue mauuu keluaarrr… lagii… samaa-samaaa kamuuuu keluarrr jugaa… yaaa…” erang Winny. “Aahhh yyaaa barenggg Win… guee juga ampirrrr… keluarr… aahhkk aakkhh… yaakkk keluuaaarr… ahkkk akhh…” erang Winny dan aku bersamaan, “Aahhh… giilaa…. eenaakk… puasss gueee,” rintih Winny. Keluar sudah dan tuntas birahi yang menghimpit dan menggunung di dada ini. Ada barangkali lima semprotan air maniku keluar membasahi seluruh rongga dalam liang kemaluannya sampai akhirnya kulepas batang ini. Puas sekali. Setelah berbenah diri, mencuci dan membersihkan bekas-bekas yang ada dan ternyata kami telah memakai ruangan itu selama tiga jam dan habis total cuma Rp. untuk semua all in, siiplah. Ngewe Pacar Bersama Teman Di Malam Hari Natal by – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita ngewe, Cerita Panas, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep indo.
Pengalamanku Threesome Bersama Pacar dan Teman – setelah sebelumnya ada kisah , kini ada cerita . selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan terbaru ceritaPengalamanku Threesome Bersama Pacar dan TemanSebelum saya mulai menceritakan kisah hidupku ini, kenalin dulu ya nama aku Dinda. menurut orang wajah saya cantik sekali. Mataku yang sayu sering membuat pria tergila-gila padaku. Saya sendiri tidak GR tapi saya merasa pria banyak yang ingin bersetubuh dengan saya. Saya senang saja karena pada dasarnya saya juga senang kisahku Ini aku alami secara tidak sengaja, ketika aku menceritakan cerita seks ini aku sudah menjadi maniak sex lesbian, dan yang kurasakan seks sejenis sesama wanita itu sungguh luar biasa nikmatnya. Hal ini membuatku jadi ketagihan ngeseks, meskipun awalnya aku merasakan sangat tidak nyaman namun lama-kelamaan aku merasakan juga kenikmatan dalam berhubungan seks. Hingga akhirnya aku bisa menceritakan pengalamanku dibesarkan di keluarga yang taat beragama. Dari SD hingga SMP saya disekolahkan di sebuah sekolah berlatar belakang agama. Sebenarnya dari kelas 6 SD, gairah seksual saya tinggi sekali tetapi saya selalu berhasil menekannya dengan membaca selesai sekolah SMP, saya melanjutkan ke SMA negeri di kawasan bulungan, Jakarta hari pertama masuk SMA, saya sudah langsung akrab dengan teman-teman baru bernama Vera, Angki dan Nia. Mereka cantik, kaya dan pintar. Dari mereka bertiga, terus terang yang bertubuh paling indah adalah si saya cenderung biasa saja tetapi berbuah dada besar karena dulu saya gemuk, tetapi berkat diet ketat dan olah raga gila-gilaan, saya berhasil menurunkan berat badan tetapi payudaraku tetap saja suatu hari Sabtu, sepulang sekolah kami menginap ke rumah Vera di Pondok Indah. Rumah Vera besar sekali dan punya kolam renang. Di rumah Vera, kami ngerumpi segala macam hal sambil bermalas-malasan di sofa. Di sore hari, kami berempat ganti baju untuk kamar Vera dengan cueknya Vera, Angki dan Nia telanjang didepanku untuk ganti baju. Saya awalnya agak risih tetapi saya ikut-ikutan cuek. Saya melirik tubuh ketiga teman saya yang langsing. Ku lirik selangkangan mereka dan bulu kemaluan mereka tercukur rapi bahkan Vera mencukur habis bulu kemaluannya. Tiba-tiba si Nia berteriak ke arah saya..“Gile, jembut Dinda lebat banget”Kontan Vera dan Angki menengok kearah saya. Saya menjadi sedikit malu.“Dicukur dong Dinda, enggak malu tuh sama celana dalam?” kata Angki. “Gue belum pernah cukur jembut” jawabku. “Ini ada gunting dan shaver, cukur aja kalau mau” kata menerima gunting dan shaver lalu mencukur jembutku di kamar mandi Vera. Angki dan Nia tidak menunggu lebih lama, mereka langsung menceburkan diri ke kolam renang sedangkan Vera menunggui saya. Setelah mencoba memendekkan jembut, Vera masuk ke kamar mandi dan melihat hasil saya.“Kurang pendek, Dinda. Abisin aja” kata Vera. “Nggak berani, takut lecet” jawabku. “Sini gue bantuin” kata lalu berjongkok di hadapanku. Saya sendiri posisinya duduk di kursi toilet. Vera membuka lebar kaki saya lalu mengoleskan shaving cream ke sekitar vagina. Ada sensasi getaran menyelubungi tubuhku saat jari Vera menyentuh vaginaku. Dengan cepat Vera menyapu shaver ke jembutku dan menggunduli semua rambut-rambut didaerah terasa dalam waktu 5 menit, Vera telah selesai dengan karyanya. Ia mengambil handuk kecil lalu dibasahi dengan air kemudian ia membersihkan sisa-sisa shaving cream dari selangkanganku.“Bagus kan?” kata menengok ke bawah dan melihat vaginaku yang botak seperti bayi. OK juga kerjaannya. Vera lalu jongkok kembali di selangkanganku dan membersihkan sedikit selangkanganku.“Dinda, elo masih perawan ya?” kata Vera. “Iya, kok tau?” “Vagina elo rapat banget” kata jari Vera membuka bibir vagina saya. Nafasku mulai memburu menahan getaran dalam tubuhku. Ada apa ini? Tanya saya dalam hati. Vera melirik ke arahku lalu jarinya kembali memainkan vaginaku.“Ooh, Vera, geli ah”Vera nyengir nakal tapi jarinya masih mengelus-elus vaginaku. Saya benar-benar menjadi gila rasanya menahan perasaan ini. Tak terasa saya menjambak rambut Vera dan Vera menjadi semakin agresif memainkan jarinya di vaginaku. Dan sekarang ia perlahan mulai menjilat vagina saya.“memek kamu wangi” “Jangan Vera” pinta saya tetapi dalam hati ingin terus menjilat vagina saya. Bibir vagina saya dibuka dan lidahnya menyapu seluruh vagina saya. Klitorisku dihisap dengan keras sehingga nafas saya tersentak-sentak. Saya memejamkan mata menikmati lidah Vera di vaginaku. Tak berapa lama saya merasakan lidah Vera mulai naik kearah perut lalu ke dada. Hatiku berdebar-debar menantikan perbuatan Vera lembut tangan Vera membuka BH-ku lalu tangan kanannya mulai meremas payudara kiriku sedangkan payudara kananku dikulum oleh Vera. Inikah yang namanya seks? Tanyaku dalam hati. 18 tahun saya mencoba membayangkan kenikmatan seks dan saya sama sekali tak membayangkan bahwa pengalaman pertamaku akan dengan seorang perempuan. Tetapi nikmatnya luar biasa. Vera mengulum puting payudaraku sementara tangan kanannya sudah kembali turun ke selangkanganku dan memainkan klitorisku. Saya menggeliat-geliat menikmati sensualitas dalam diriku. Tiba-tiba dari luar si Nia memanggil..“Woi, lama amat di dalam. Mau berenang enggak?”Vera tersenyum lalu berdiri. Saya tersipu malu kemudian saya bergegas memakai baju berenang dan kami berdua menyusul kedua teman yang sudah berenang. Di malam hari selesai makan malam, kita berempat nonton TV dikamar Vera. Oiya, orang tua Vera sedang keluar negeri sedangkan kakak Vera lagi keluar kota karenanya rumah Vera kosong. Setelah bosan menonton TV, kami menggosipkan orang-orang di sekolah. Pembicaraan kami ngalor-ngidul hingga Vera membuat topik baru dengan siapa kita mau bersetubuh di sekolah. Angki dan Nia sudah tidak perawan sejak SMP. Mereka berdua menceritakan pengalaman seks mereka dan Vera juga menceritakan pengalaman seksnya, saya hanya mendengarkan kisah-kisah mereka.“Kalau gue, gue horny liat si Ari anak kelas I-6″ kata Nia. “Iya sama dong, tetapi gue liat horny liat si Marcel. Kayaknya kontolnya gede deh” kata Angky. “Terus terang ya, gue dari dulu horny banget liat si Alex. Sering banget gue bayangin kontol dia muat enggak di vagina gue. Sorry ya Vera, gue kan tau Alex cowok elo” kata saya sambil tersenyum.“Hahaha, nggak apa-apa lagi. Banyak kok yang horny liat dia. Si Angky dan Nia juga horny” kata Vera. Kami berempat lalu tertawa hari Senin setelah pulang sekolah, Vera menarik tangan saya.“Eh Dinda, beneran nih elo sering mikirin Alex?” “Iya sih, kenapa? Nggak apa-apa kan gue ngomong gitu?” tanya saya. “Nggak apa-apa kok. Gue orangnya nyantai aja” kata Vera. “Pernah kepikiran enggak mau ML?” Vera kembali bertanya. “Hah? Dengan siapa?” tanya saya terheran-heran. “Dengan Alex. Semalam gue cerita ke Alex dan Alex mau aja ML dengan kamu” “Ah gila loe Vera” jawab saya. “Mau enggak?” desak Vera. “Terus kamu sendiri gimana?” tanya saya dengan heran. “Saya sih cuek aja. Kalo bisa bikin teman senang, kenapa enggak?” kata Vera. “Ya boleh aja deh” kata saya dengan deg-degan. “Mau sekarang di rumahku?” kata Vera. “Boleh”Saya naik mobil Vera dan kami berdua langsung meluncur ke Pondok Indah. Setiba di sana, saya mandi di kamar mandi karena panas sekali. Sambil mandi, perasaan saya antara tegang, senang, merinding. Semua bercampur aduk. Selesai mandi, saya keluar kamar mandi mengenakan BH dan celana dalam. Saya pikir tidak ada orang di duduk di meja rias sambil menyisir rambutku yang panjang. Tiba-tiba saya kaget karena Vera dan Alex muncul dari balkon kamar Vera. Rupanya mereka berdua sedang menunggu saya sambil mengobrol di balkon.“Halo Dinda” kata Alex sambil membalas tersenyum lalu berdiri. Alex memperhatikan tubuhku yang hanya ditutupi BH dan celana dalam. Tubuh Alex sendiri tinggi dan tegap. Alex masih campuran Belanda Menado sehingga terlihat sangat tampan.“Hayo, langsung aja. Jangan grogi” kata Vera bagaikan lalu menghampiriku kemudian ia mencium bibirku. Inilah pertama kali saya dicium di bibir. Perasaan hangat dan getaran menyelimuti seluruh tubuhku. Saya membalas ciuman Alex dan kita berciuman saling berangkulan. Saya melirik ke Vera dan saya melihat Vera sedang mengganti baju seragamnya ke daster. Alex mulai meremas-remas payudaraku yang berukuran membuka BH-ku sehingga Alex dengan mudah dapat meremas seluruh payudara. Tangan kirinya diselipkan kedalam celana dalamku lalu vaginaku yang tidak ditutupi sehelai rambut mulai ia usap dengan perlahan. Saya menggelinjang merasakan jari jemari Alex di selangkanganku. Alex lalu mengangkat tubuhku dan dibaringkan ke tempat membuka baju seragam SMA-nya sampai ia telanjang bulat di hadapanku. Mulut saya terbuka lebar melihat kontol Alex yang besar. Selama ini saya membayangkan kontol Alex dan sekarang saya melihat dengan mata kapala sendiri kontol Alex yang berdiri tegak di depan mukaku. Alex menyodorkan kontolnya ke muka saya. Saya langsung menyambutnya dan mulai mengulum kontolnya. Rasanya tidak mungkin muat seluruh kontolnya dalam mulutku tetapi saya mencoba sebisaku menghisap seluruh batang kontol merasakan tangan Alex kembali memainkan vaginaku. Gairah saya mulai memuncak dan hisapanku semakin kencang. Saya melirik Alex dan kulihat ia memejamkan matanya menikmati kontolnya dihisap. Saya melirik ke Vera dan Vera ternyata tidak mengenakan baju sama sekali dan ia sudah duduk di tempat tidur. Alex lalu membalikkan tubuhku sehingga saya dalam posisi agak bingung karena melihat Vera bersimpuh dibelakang saya. Ah ternyata Vera kembali menjilat vagina saya. Nafas saya memburu dengan keras menikmati jilatan Vera di kemaluan saya. Di sebelah kanan saya ada sebuah kaca besar dipaku ke dinding. Saya melirik ke arah kaca itu dan saya melihat si Alex yang sedang menyetubuhi Vera dalam posisi doggy style sedangkan Vera sendiri dalam keadaan disetubuhi sedang menikmati ini pertama kali saya melihat ini. Saya melihat wajah Alex yang ganteng sedang sibuk ******* dengan Vera. Gairah wajah Alex membuat saya semakin horny. Sekali-kali lidah Vera menjilat anus saya dan kepalanya terbentur-bentur ke pantat saya karena tekanan dari tubuh Alex ke tubuh Vera. Tidak berapa lama, Alex menjerit dengan keras sedangkan Vera tubuhnya mengejang. Saya melihat kontol Alex dikeluarkan dari vagina Vera. Air maninya tumpah ke pinggir tempat terlihat terengah-engah tetapi matanya langsung tertuju ke vagina saya. Bagaikan sapi yang akan dipotong, Alex dengan mata liar mendorong Vera ke samping lalu ia menghampiri mengarahkan kontolnya yang masih berdiri ke vaginaku. Saya sudah sering mendengar pertama kali seks akan sakit dan saya mulai merasakannya. Saya memejamkan mata dengan erat merasakan kontol Alex masuk ke vaginaku. Saya menjerit menahan perih saat kontol Alex yang besar mencoba memasuki vaginaku yang masih sempit. Vera meremas lenganku untuk membantu menahan sakit.“Aduh, tunggu dong, sakit nih” keluh mengeluarkan sebentar kontolnya kemudian kembali ia masukkan ke vaginaku. Kali ini rasa sakitnya perlahan-lahan menghilang dan mulai berganti kerasa nikmat. Oh ini yang namanya kenikmatan surgawi pikir saya dalam hati. kontolAlex terasa seperti memenuhi seluruh vaginaku. Dalam posisi nungging, saya merasakan energi Alex yang sangat besar. Saya mencoba mengimbangi gerakan tubuh Alex sambil menggerakkan tubuhku maju mundur tetapi Alex menampar pantatku.“Kamu diam aja, enggak usah bergerak” katanya dengan galak. “Jangan galak-galak dong, takut nih Dinda” kata Vera sambil tertawa. Saya ikut berbaring di sebelahku kemudian ia mendekatkan wajahnya ke diriku lalu ia mencium bibirku! Wah, bertubi-tubi perasaan menyerang diriku. Saya benar-benar merasakan semua perasaan seks dengan pria dan wanita dalam satu hari. Awalnya saya membiarkan Vera menjilat bibirku tetapi lama kelamaan saya mulai membuka mulutku dan lidah kami saling merasakan tangan Alex yang kekar meremas-remas payudaraku sedangkan tangan Vera membelai rambutku. Saya tak ingin ketinggalan, saya mulai ikut meremas payudara Vera yang saya taksir berukuran 32C. Kurang lebih lima menit kita bertiga saling memberi kenikmatan duniawi sampai Alex mencapai puncak dan ia ejakulasi. Saya sendiri merasa rasanya sudah orgasme kurang lebih 4 kali. Alex mengeluarkan kontolnya dari vaginaku dan Vera langsung menghisap kontolnya dan menelan semua air mani dari kontol melihat Alex meraih kantong celananya dan mengambil sesuatu seperti obat. Ia menelan obat itu dengan segelas air di meja rias Vera. Saya melihat kontol Alex yang masih berdiri hati saya bertanya-tanya bukankah setiap kali pria ejakulasi pasti kontolnya akan lemas?Kenapa Alex tidak lemas-lemas? Belakangan saya tau ternyata Alex memakan semacam obat yang dapat membuat kontolnya terus minum obat, Alex menyuruh Vera berbaring ditepi tempat tidur lalu Alex kembali ngentot dengan Vera dalam posisi missionary. Vera memanggil saya lalu saya diminta berbaring diatas tubuh Vera. Dengan terheran-heran saya ikuti kemauan menindih tubuh Vera tetapi karena kaki Vera sedang ngangkang karena dalam posisi nungging, terpaksa kaki saya bersimpuh disebelah kiri dan kanan Vera. Saya langsung mencium Vera dan Vera melingkarkan lengannya ke tubuhku dan kami berdua berciuman dengan mesra. Saya merasakan tangan Alex menggerayangi seluruh membuka belahan pantatku dan saya merasakan jarinya memainkan menggumam saat jarinya mencoba disodok ke anusku tetapi Alex tidak melanjutkan. Beberapa menit kemudian, Vera menjerit dengan keras. Tubuhnya mengejang saat air mani Alex kembali tumpah dalam vaginanya. Saya mencoba turun dari pelukan Vera tetapi Vera memeluk tubuhku dengan keras sehingga saya tidak bisa bergerak. Tak disangka, Alex kembali menyodorkan kontolnya ke yang dalam posisi nungging di atas tubuh Vera tidak bisa menolak menerima kontol kembali memompakan kontolnya dalam vaginaku. Saya sebenarnya rasanya sudah lemas dan akhirnya saya pasrah saja disetubuhi Alex dengan liar. Tetapi dalam hatiku saya senang sekali dientotin. Berkali-kali kontol Alex keluar masuk dalam vaginaku sedangkan Vera terus menerus mencium ini saya rasa tidak sampai 3 menit Alex muncrat, karena saya merasakan cairan hangat dari kontol Alex memenuhi vaginaku dan Alex berseru dengan keras merasakan kenikmatan yang ia peroleh. Saya sendiri melenguh dengan keras. Seluruh otot vaginaku rasanya seperti mengejang. Saya cengkeram tubuh Vera dengan keras menikmati sensual dalam lalu dalam keadaan lunglai membaringkan dirinya ke tempat tidur. Vera menyambutnya sambil mencium bibirnya. Mereka berdua saling berciuman. Saya berbaring disebelah kiri Alex sedangkan Vera disebelah kanannya. Kita bertiga tertidur sampai jam 5 sore. Setelah itu saya diantar pulang oleh adalah pengalaman seksku yang sangat berkesan. Bertahun-tahun kemudian saya sering horny tetapi saya harus memendam perasaan itu karena belum tahu cara melampiaskannya. Dan sekarang saya merasa senang sekali karena akhirnya bisa merasakan kenikmatan bersetubuh baik dengan pria maupun wanita. Masing-masing ternyata mempunyai kenikmatan tersendiri. by – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita ngewe, Cerita Panas, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep indo.
Disclaimer Cerita ini hanyalah fiksiAku dan Julia sangat berteman baik bahkan bisa dikatakan sahabat dekat. Kami kenal dari sebuah kelas Bahasa Jerman yang waktu itu diambil saat masih berada di bangku sekolah. Jadwal yang sama dan topik obrolan yang satu frekuensi membuat aku dan Julia tidak pernah terpisahkan meskipun setelah kelas berakhir. Hanya dengan mengangkat sebelah alis maka salah satu dari kami akan tahu apa yang dimaksudkan. Sedekat itu? Tentu saja. Kalian yang memiliki sahabat wanita pasti tahu apa yang itu tidak hanya terjalin di antara kami saja, tetapi juga kedua orang tua. Aku dan Julia sering kali bercerita pada orang tua kami tentang keseruan atau rencana yang akan kami lakukan bersama lalu mereka terlihat antusias saat mendengarkan cerita itu. Kami berinisiatif untuk mempertemukan kedua orang tua kami, “sepertinya akan menyenangkan kalau mereka bertemu dan kita mungkin bisa berlibur bersama di suatu vila di luar kota” usul Julia. Aku sangat setuju dengan ide itu kemudian mulai mencari vila yang bisa menjadi tempat berlibur membuat daftar yang harus dipersiapkan, mulai dari kayu untuk perapian, kopi, cokelat, teh, marshmallow, keripik kentang, dan lain sebagainya. Semua sudah tertera di dalam daftar lalu aku dan Julia mulai menabung dari uang jajan untuk membeli satu per satu hal yang dibutuhkan untuk pesta itu. Julia mengusulkan untuk malam natal tapi aku memberi usul untuk malam tahun baru, “malam natal aku harus pergi ke rumah Nenek, itu sudah menjadi tradisi karena semua Om dan Tante-ku berkumpul di sana. Aku tidak bisa melewatkan itu” ucapku.“Ya sudah kalau gitu, malam tahun baru. Kita harus rela untuk tidak ikut dalam pesta di sekolah” sahutnya, “hmmm sebenarnya aku tidak terlalu tertarik dengan itu” jawabku, “hahaha sama!” timpalnya. Akhirnya kami sepakat untuk mengadakan pesta pertemuan kedua orang tua di salah satu vila tapi tentu saja uang penginapan ditanggung oleh mereka, untuk ukuran siswa seperti aku dan Julia rasanya tidak mungkin bisa menyewa sebuah vila dengan tiga hari yang sudah dijanjikan, aku dan Julia merasa sangat antusias meski harus tidak hadir dalam pesta di mana semua anak-anak seusia kami berada. Namun semua itu terbayarkan saat melihat mami dan mama Julia sama antusiasnya dengan kami, begitu pun dengan para lelaki. Ternyata mereka memiliki pekerjaan di bidang yang saling terkait, “itu pertanda bagus” pikirku karena biasanya para lelaki akan cepat bosan saat wanita dewasa sibuk berbincang. Mereka bisa tenggelam dalam obrolan yang hanya diketahui oleh malam tahun baru itu menjadi malam di mana semuanya menjadi terasa lebih akrab. Sekarang yang bersahabat tidak hanya aku dan Julia tapi juga keluarga kami, bertahun-tahun semua berjalan seperti roller coaster meski sahabat tapi tidak berarti tidak ada pertengkaran di antara kami. apalagi saat aku harus meneruskan pendidikan di Austria dan Julia di Inggris bukannya banyak cerita yang bisa kami tukar, kami malah bertengkar hanya karena masalah sepele. Maklum saja, itu di tahun pertama kami berpisah tapi selanjutnya keadaan mulai membaik bahkan kami mengadakan jalan-jalan keliling Eropa menyeleseaikan studi, kami sama-sama memilih untuk menetap di negara itu dan sesekali pulang ke negara asal untuk reuni keluarga. Hubungan kami justru semakin erat semenjak terpisahkan oleh jarak. Saking dekatnya aku dan Julia membicarakan permasalahan dapur’ hubungan asmara kami, tak jarang pula saling memberi tips agar pasangan selalu ingin mendekat. Bergonta-ganti pasangan sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah untuk anak muda masa kini, begitu pun dengan sekali laki-laki yang membuatnya urung untuk melanjutkan hubungan itu, sedangkan aku justru sangat selektif. Aku tidak mudah jatuh cinta tapi mudah untuk membuat seorang laki-laki nyaman di dekatku. Julia sering kali gemas saat mendengar ceritaku tentang mereka yang mulai tergila-gila atau bahkan obsesi “kamu itu bodoh ya! Dia itu bagai ikan yang sudah keluar dari air untuk mendapatkan kamu, sekarat! Hahahaha” itu tidak berarti aku langsung menambatkan hati pada satu pria, aku tetap mencari pria mana yang benar-benar cocok dengan sikap juga kepribadianku tidak seperti Julia yang coba-coba. Aku menjadi selektif karena trauma menjalin kasih dengan pria yang ternyata kasar dalam hal verbal, tidak bertanggung jawab pada dirinya sendiri, dan tentu saja malas. Aku tidak suka dengan itu. Aku mencari pria yang bisa diajak kerja sama, lembut, pekerja keras, tahu akan tanggung jawabnya, hal-hal seperti itu yang membuatku jatuh cinta. Kepribadian itu Julia juga membantuku untuk lepas dari mantan pacarku, jadi seharusnya dia tahu betul tentang alasanku yang menjadi sangat selektif. Dalam lima tahun terakhir kurasa dia sudah dua kali berganti pasangan, Julia memang disukai banyak lelaki dan terlebih dia mudah didekati. Beberapa kali aku bertemu dengan mereka bahkan liburan bersama meskipun aku harus menerima kenyataan hanya menjadi serangga di antara ada hal apa pun yang terjadi, pernah beberapa kali mereka menggodaku saat Julia tidak ada tapi itu kuanggap hanya sebagai candaan. Aku tidak ingin mengkhianati sahabatku, terlebih mereka juga bukan seleraku. Namun aku sangat terkejut ketika dia menghubungiku tengah malam dan berteriak kegirangan, “dia melamarku! Aku tidak pernah menyangka kalau dia akan melakukannya” ucapnya berkali-kali. Sebenarnya aku sudah ada firasat kalau Fons, pria yang sudah bersama dengan Julia selama hampir tiga tahun, cepat atau lambat akan melamarnya karena tatapan dia pada sahabatku begitu dalam dan penuh malam dia dilamar, aku harus tidur pagi karena Julia tidak berhenti menceritakan dengan detail bagaimana lamaran nan romantis yang selama dia impikan terjadi begitu saja di hidupnya. Aku sampai harus menahan kantuk saat bekerja di kantor karena tidak bisa tidur semalaman. “Aku tidak mau tahu kamu harus jadi pendampingku nanti” ucapnya lagi dan lagi hingga berbulan-bulan saat aku membantunya mengurus pernikahan bulan kemudian, semuanya sudah siap mulai dari tempat, dekor, makanan, baju pernikahan, sampai hal terdetail yang pernah ada dalam pernikahan pun sudah tersedia. Aku merasa sangat-sangat bahagia untuk sahabatku dan di malam sebelum pernikahan itu terjadi Julia dan Fons mengundang para pendamping pengantin untuk merayakannya lebih dulu. Acara dimulai pukul enam sore dan berakhir pada jam empat pagi, sedangkan kami semua harus sudah bersiap di jam itu entah berapa banyak botol minuman yang sudah tidak berpenghuni, remahan camilan manis dan asin bertebaran hampir di seluruh lantai, tetapi musik tetap melagu dengan sangat kencang. Pukul empat pagi, kami semua memutuskan kembali ke kamar hotel yang sudah disewakan oleh Julia dan Fons. Aku baru saja masuk ke dalam kamar dan mandi karena rasanya tubuhku sangat lengket karena keringat tapi tiba-tiba dari luar terdengar suara ketukan aku menyelesaikan ritual mandi dan mengambil baju handuk yang sudah tersampir di gantungan di dalam kamar mandi. Setengah basah aku harus keluar dan membuka pintu kamar “halo apa kamu sibuk?” Tanya Fons, aku yang terkejut dengan kedatangan tamu tak diundang itu sangat gelagapan untuk menjawab pertanyaannya “tidak, ada apa?”, “boleh aku masuk?” Tanyanya, “oh tentu saja” menggeser badan agar Fons bisa masuk dan melewatiku, ketika pintu kamar tertutup dia langsung menarik pinggangku mendekat ke arahnya. Tanpa basa-basi dia langsung mencium dengan lembut bibirku dan tangannya bekerja dengan sangat profesional, aku sangat lemah untuk disentuh di daerah tertentu tetapi Fons terlihat mudah untuk menemukannya. Aku terlena dengan pertikaian dua lidah dan sentuhan-sentuhan menggelitik yang semakin meningkatkan puluh menit kemudian, kami sudah berpindah ke tempat tidur dan melakukan hal yang lebih gila tanpa terpikirkan tentang pernikahan sahabatku di jam sembilan pagi. Kami bercumbu dengan sangat mesra dan gila karena di bawah pengaruh alkohol. Harus kuakui kalau itu adalah malam yang sangat menyenangkan karena sudah lama aku tidak menyalurkan gairahku tapi ketika semuanya selesai dia hanya mencium bibirku sebagai tanda kembali ditinggalkan tanpa busana di dalam kamar sedangkan Fons mungkin kembali ke kamarnya dengan Julia. Keesokan harinya acara berjalan dengan sangat lancar, semua sesuai dengan keinginan Julia sedangkan aku dan Fons kembali seperti biasa seolah kami tidak pernah melakukan apa pun. Hingga detik ini tidak ada perasaan cinta atau ketagihan karena bermalam dengan pria yang kini menjadi suami dari sahabatku. Untungnya Fons juga merasakan hal yang sama, cintanya penuh untuk Julia dan malam itu kami anggap perkenalan sebagai saudara di bawah pengaruh alkohol.